Sabtu, 17 Desember 2011

LOVE IS YOU

Malam yang dingin begitu menusuk kulit ariku , membuatku enggan dan malas bepergian. Namun karena kesetiaanku pada sahabatku membuatku mengikuti keinginannya untuk mencari kesenangan dengan berbelanja. Sungguh hal yang tidak begitu aku sukai. Kecuali jika moodku sedang baik.

Jesnita adalah sahabat baikku disekolah. Ya.. kita sudah sangat akrab dari pertama kali kita masuk disekolah yang dibilang banyak orang cukup populer. Tapi menurutku biasa-biasa saja. Karena saking akrabnya aku dengan jesnita, akupun tak mau membuatnya kecewa dengan aku tak menuruti kemauannya.

Kami berduapun mengelilingi setiap distro, mall, dan tempat-tempat lain yang banyak menjual pakaian bermode ala tahun 2011. Aku sendiri kurang tahu apa nama model pakaiannya. Namanya juga aku kurang begitu suka dengan berbelanja dan tidak terlalu mengikuti mode-mode trend jaman sekarang.
Tapi banyak orang yang bilang kalau penampilanku sederhana tapi elegant. Haha.,, ya sah-sah saja.  Namanya juga pandangan orang kan berbeda-beda. Tapi aku mau jadi diri aku sendiri. Bukan mengikuti gaya siapa or siapa.

" Kei.,,! " terdengar seseorang memanggilku.
Akupun memutar badanku dan mencari sumber suara yang memanggilku. Sangat terkejut, bukan terkejut lagi. Tapi bisa dibilang sangat membuatku enggan bicara sepatah katapun. Mataku sedikit melotot. Tidak percaya. Tapi ini  sungguh nyata dihadapanku.

" Ricko?? " Ucapku dalam hati. Seseorang yang pernah dan masuk dalam kehidupanku sebagai seseorang yang pernah sangat aku cintai. " Bagaimana bisa dia ada disini? Bukankah dia sudah pindah ke Australi?" Tanyaku dalam hati.

Akupun mencoba berpra-pura tidak melihatnya. Lalu kutarik tangan jesnita dan kubawa dia pergi dari distro langganannya.

" Ihh.. ada apa sih Kei?? Jangan cepet-Cepet dong jalannya! Aku pakai hight hiils nih! " Protes jesnita padaku.
" Copot tuh hight hillsmu. Harusnya kamu pakai sandal jepit biar bisa jalan cepat dan mengikuti langkahku!" Aku sedikit berteriak ke jesnita dan membuat dia sedikit sedih.
" Kamu kenapa sih key?" Tanyanya kembali setelah kita berdua berhenti disebuah resto.
Kulihat sekeliling berharap ricko tidak mengikutiku. Lalu kuhembuskan nafasku perlahan dan menjawab pertanyaan dari jesnita .
" Tadi aku lihat ricko jes??" Jawabku pelan.
" Ricko?  Mantan cowokmu itu? " 
" Yups...!! "
" Loh.. Bukankah dia pergi ke Ausie ya?"
" Aku juga gak tahu jes. Tadi ada yang memanggilku. Ternyata dia yang memamanggilku. Aku juga terkejut melihatnya ada didistro."
" Lalu kenapa kamu tidak menemuinya dan malah kabur kayak gini?"
" Yah.. Karena aku sudah tidak mau melihatnya lagi. Hatiku masih sakit jika teringat penghianatan yang sudah dia lakukan padaku. Aku tak mau masuk dalam kehidupannya lagi jes.. Kamu pasti ngerti perasaanku sekarang."
" Iya aku ngerti kei. Tapi apa gak sebaiknya kamu temui dulu dia. Walaupun dia mantanmu, bukan berarti silaturrahmi kalian putus kan?"
" Untuk saat ini biarkan aku menghindarinya dulu. Q tak mau mengingat hal2 yang telah lalu. Sebaiknya kita pesan makan dulu jes. Aku udah laper banget. Setelah ini kita pulang.."
" Okey deh kei."

Selagi jesnita memesan makan. Aku mencoba membuka handphoneku. Ada banyak pesan masuk ternyata. Dari sahabat kecilku si Diaz dan yang lainnya dari nomer-nomer baru yang selalu iseng menggangguku.
Saat kubaca satu persatu pesan itu, ada salah satu pesan yang membuatku bingung. Pesan itu berisi bahwa dia melihatku duduk berdua dengan jesnita disalah satu resto dekat mall disemarang. Kecurigaanku tentang sms itu adalah, ada seseorang yang sedang mengikutiku sekarang.

Bulu kudukku tiba-tiba saja berdiri. Bukan karena takut diikuti oleh hantu. Tapi takut jika yang mengkuti adalah orang jahat dan suka menculik cewek-cewek remaja. Apalagi saat ini sedang banyak sekali kasus penculikan dimana-mana.

" Waduhh... Gawat nih!" Seruku pelan. Jesnita yang tadinya sedang asik memilih menu makanan jadi terfokus pandangannya kearahku.
" Ada apa kei??? Kok gawat?? "
Akupun langsung berdiri dan mengajak jes keluar dari resto. Kemudian aku menghentikan sebuah taxi yang kebetulan lewat didepn resto. Jes nampak bingung melihat tingkahku yang aneh. Dia pun bertanya lagi padaku.
" Kei..!! Kali ini ada apa lagi?? Ada Ricko lagi?"
Aku melirik kearah jes dengan muka manyun.
" Eh jes.,, Bisa gak sih gak usah bahas cowok itu? Kali ini lebih gawat dari itu."
" Memangnya ada apa ?"
" Gini.. Barusan aku baca sms dari seseorang. Dia bilang kalau dia melihat kita sedang berada diresto itu. Itu berarti dia sedang mengikuti kita jesnita??"
" Memangnya siapa yang sms kamu?"
" Ya maka dari itu aku gak tahu. Kalau yang sms aku ternyata orang jahat.,, apa kamu mau? Apalagi kalau ternyata dia itu penculik...!! Hiii Serem kali jes?"
Jesnitapun nyengir saja mendengarku berkata seperti itu. Lalu kita berdua saling diam sampai akhirnya kita berdua sampai dirumahku.

Dengan segera aku menarik jesnita masuk rumah dan langsung mengunci pintu rumah. Berharap tidak ada yang sms dan yang mengikutiku lagi.
" Kei!! Bajuku yang tadi aku beli dimana?" Tanya jesnita cemas.
" Lowh bukannya didalam tas itu?" Jawabku menunjuk kearah tas berwarna Merah Jambu.
" Bukan Keila??!! Bukan yang itu. Baju warna Hijau yang aku cobain tadi itu lowh?? "
" Kenapa kamu tanya ke aku? Kan kamu yang membawa barang2 belanjaanmu sendiri."
" Ya kali aja kamu tahu. Jangan-jangan ketinggalan lagi diresto!! Yah.. Keila!! Kamu sih asal narik tanganku aja tadi. Jadi ketinggalan kan?" Jesnita merasa sangat kecewa atas kehilangan baju barunya.
" Udah dweh jes gak usah lebay gitu. Beruntung kamu gak kehilangan Harta yang paling berharga dalam hidup kamu. Jika tadi yang mengikuti kita ternyata orang jahat. Kamu gak cuma akan kehilangan baju baru kamu. Tapi bisa juga perhiasan yang paling berharga yang kamu punya. Bahkan mungkin kamu  bisa kehilangan nyawa kamu. Kamu mau itu terjadi, hah?!" Aku menatap tajam jesnita dan membuatnya sedikit menunduk.
" Ya gak sih kei. Tapi.."
" Udah gak ada tapi-tapian. Okey besok kita kesana lagi dan cari baju yang mirip dnegan yang kamu beli itu. Biar kau yang bayarin. Sekarang aku mau istirahat."

Setelah banyak bincang dengan jesnita. Aku dan diapun akhirnya tidur terlelap. Melepas lelah yang kita berdua rasakan untuk hari ini.
***
Disekolah lagi banyak beredar tentang anak baru yang cakep dan pintar. Heboh sekali kayak kedatangan artis dari luar negeri aja. Aku sih cuek bebek. Tapi si jesnita ikut-ikutan lebaynya kayk mereka.
" Kei!! kamu denger itu kan? Disekolah kita kedatangan siswa baru dari luar negeri!! Wahh.. Pasti cakep seperti yang mereka bilang."
"Udah dweh jes! kamu jangan ikut-ikutan lebaynya kayak mereka. Memangnya mereka dah lihat anak baru itu? Kok bisa mereka berfikir kalau anak itu cakep. Lihat aja belum kan?"
" Tapi menurutku nih ya? Mereka pasti udah lihat. Kalau belum ya gak mungkin dong berita ini langsung tersebar gitu aja?! Tapi kita kok lum ketemu ya sama siswa baru itu?"
" Ahh... Sudahlah jes.,, Aku lagi malas sekali bahas hal-hal yang gak penting."
Akupun langsung bergegas menuju kelasku. Tidak peduli dengan apa yang dikatakan anak2. Bagi aku, mau cakep atau tidak, itu bukan urusanku. Lebihbaik kusibukkan diri aku dengan mendengarkan musik kesukaanku, Wish You Were Here by AVril Lavigne.
**
Waktunya masuk kelas. Kali ini adalah pelajaran yang sangat aku sukai, yaitu seni. Karena aku sangat suka dengan hal-hal yang berbau seni. Entah itu melukis, menyanyi atau bahkan ngedance. Ditambah gurunya sngat baik dan ramah,yaitu Pak doni.

Sebelum pelajaran dimulai, Pak Doni memberikan sedikit pengumuman.
" Anak-anak!! Mohon perhatiannya sebentar!! Ada yang ingin Bapak sampaikan pada kalian!!"
Seluruh siswa dikelasku pun langsung diam, termasuk aku. Kemudian pak doni melanjutkan pengumumannya.
" hari ini, kita kedatangan siswa baru dari Australia. Bapak harap kalian bisa menjadi teman baiknya dan mau membantunya memperkenalkan sekolah kita ini. Bapk panggil dulu sebentar."
Setelah mendengar pengumuman itu, anak-anak pada heboh sendiri. Sepertinya mereka tahu siapa siswa baru itu. Apalagi yang cewek-cewek itu. Udah pada kegenitan ingin segera melihat anak baru. Ini juga si jesnita. Udah gak kalah genitnya. Aku hanya bisa nyengir saja melihatnya.
" Kamu dengar kan kei!! Anak baru itu bakalan jadi teman sekelas kita!!" bisik jesnita ketelingaku.
" Ihh.. jes... Gak usah berlebihan gitu dweh. Biasa aja kalii.."

Beberapa saat kemudian, datanglah seorang cowok dengan langkah pelan menuju depan kelas. Semua anak bengong setelah memandang anak baru itu. Terutama aku. Bukan bengong lagi, tapi syok!!! bagaikan burung terbang yang terkena sebuah tembakan disalah satu sayapnya. Bukan..bukan... Bagaikan mentari yang tertutup awan. Wah... bukan juga.. pokoknya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata dweh!
Jantungku berdetak kencang melebihi kapasitas. Bukan.. Maksudku melebihi kecepatan normal. Aku seperti tersengat lebah. benar-benar tidak karuan setelah melihat anak baru itu. 
Bukan karena dia tampan atau dia keren. Tapi.. Karena ternyata dia adalah Ricko!! Orang yang sangat ingin aku hindari.

" Oh MY God.,.. !! Bagaimana bisa dia...." Mataku tak berkedip. Mulutku sedikit terbuka karena terkejutnya. Seakan dia tahu betapa terkejutnya aku. Sehingga dia pun memberikan senyuman yang masih sama seperti dulu. Senyuman yang dulu selalu dia berikan padaku. Senyuman yang pernah memberiku kesejukan. Sejuk.. memang.. Tapi langsung kualihkan pandanganku kekain Kanvas yang belum sempat aku corat-coret tuk ku jadikan lukisan terindah hari ini.

" Selamat pagi teman-teman!! Perkenalkan, nama saya Ricko yuswantoro. Saya pindahan dari AUSTRALIA. Salam kenal semuanya! "
tidak ada mata yang berkedip saat ricko memperkenalkan diri didepan kelas, kecuali para cowok yang merasa tersaingi karena kehadirannya.

" Ricko, kamu duduk disebelah keila ya? Keila.. bapak minta bantuan kamu untuk memperkenalkan ricko pada sekolah kita ini."
" APa pak?? Saya?? Tapi pak.. sama yang lain saja..." Protesku langsung.
" Memangnya kenapa keila?? Sekalian biar kalian bisa akrab kan? Gak cuma kamu saja, teman-teman yang lain juga bisa membantu ricko."
" Tapi....!!"
" Sudah.. sekarang biarkan ricko duduk disebelah kamu, dan kita mulai pelajaran hati ini dengan melukis."
Mau tidak mau, aku harus menerima keputusan pak doni yang sangat tidak aku inginkan. Kenapa juga harus aku? Kenapa bukan yang lain saja? Aku menoleh kearah anak-anak lain,terutama yang cewek. nampak wajah kecewa mereka karena ricko tidak bisa duduk disebelah mereka seperti yang mereka inginkan.

" Hai kei.." sapa ricko padaku.
Aku hanya diam saja mendengar dia menyapaku. Kucoba untuk tidak memandangnya, apapun yang terjadi.
" Gimana kabar kamu?" Tanyanya lagi. Tapi aku masih tetap nyuekin dia. Sepertinya sadar jika aku masih sangat marah padanya dan belum bisa memaafkan kesalahannya dimasa lalu.
" Sepertinya kita perlu biara nanti, kei.." Ucapnya lagi sebelum akhirnya dia mulai mencoret-coret kain kanvasnya.
Jesnita mencolek lenganku. Akupun menoleh kebelakang.
" Ada apa jes?"
" Kei.. Bukankah dia Ricko mantanmu?" Bisik jesnita.
" Hussstt.. Jangan keras-keras jes. Iya.. dia mantanku. Tapi jangan bahas dulu. Kita bicarakan saja nanti."
" Okey."

Jesnitapun kembali dengan melukisnya.
Hasil Lukisanku sudah jadi. Aku melukis seorang gadis yang sedang duduk termenung didepan danau disore hari. memandang indahnya Matahari yang mulai terbenam. Seperti gambaran suasana hatiku saat ini.
Ricko melihat lukisanku. Dan dia nampaknya sedikit tersenyum. Entah apa arti senyuman itu.

" Kamu masih sama kei.,, Masih jago melukis." Ucapnya lirih.
Aku mendengar apa yang dia ucapkan. Tapi aku pura-pura tidak mendengarnya.
Setelah pelajaran jam pertama selesai. Kebetulan Jam kedua dan seterusnya kosong karena ada rapat mendadak. Jadi, seluruh kelaspun dipulangkan.
Senang sih.. karena bisa sedikit refreshing dirumah. Tapi ada masalah nih kayaknya. Saat aku dan Jesnita sedang dalam perjalanan pulang, ricko tiba-tiba mencegahku didepan gerbang sekolah.

" Kei!!" Teriak ricko.
" Apaan sih?" Jawabku sinis.
" Kita harus bicara.."
" Maaf ... Memangnya ada keperluan apa yah? Sepertinya tidak ada yang perlu kita bicarakan. Dan aku juga sedang sibuk sekali hari ini. Benarkan jes??"
" Emm.... memangnya kita sibuk apa kei??" jwabnya dengan wajah oon nya.
" Jes.. Kamu lupa ya kalau kita akan pergi hari ini?" Akupun mencubit lengan jesnita supaya dia mengiyakan kata-kataku dan tidak membuat semuanya jadi berantakan.
" Oh iya.. iya.. aku lupa. Iya ricko.. kita sibuk hari ini. Jadi sepertinya kamu gak bisa ajak keila bicara dulu. Maaf ya ricko.. " Ucap jesnita menjelaskan. Untung saja dia mengiyakan. Kalau tidak pasti ricko tidak percaya padaku.
" Udah dengar kan? Jadi maaf saja. Lain kali saja kita bicara. Aku harus pergi.. Bye...!!"

Aku dan jesnitapun pergi gitu saja dari hadapan ricko. Aku yakin Ricko paham dengan sikapku. Dia pasti tahu jika tadi yang aku katakan hanyalah alasanku untuk tidak bicara dengannya.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar