Sabtu, 17 Desember 2011

LOVE IS YOU < PART II > --> YUNIKE SUNDARI

Ricko tengah asyik bernyanyi sambil memainkan gitar tercintanya didepan rumahnya yang dulu pernah ia singgahi sebelum akhrnya pindah ke Amerika.
Selidik punya selidik penyebab kembalinya dia ke Indonesia ternyata hanya ingin kembali menjalin cintanya bersamaku. Aku tahu karena Jesnita yang memberi tahuku setelah Ricko meminta bantuan padanya untuk membujukku agar aku mau memaafkan kesalahannya dulu dan mau menerimanya kembali.
Seiring berjalannya waktu, ricko selalu mencoba mendekatiku. Dengan berbagai cara supaya menarik hatiku dan membuatku jatuh cinta lagi padanya. Namun sungguh disayangkan, sepertinya hatiku sudah tertutup untuknya. 
Cara apapun yang dia lakukan. Perhatian apapun yang dia berikan padaku, tetap tidak mengubah sikap jutekku dan tak mampu membuatku jatuh hati padanya.
" Kei..,, Kamu kenapa sih?? Aku sudah melakukan cara apapun supaya kamu mau menerimaku kembali. Apa begitu besar keslahanku padamu hingga kau tak mau memaafkanku?" Kata Ricko dengan wajah memelas sambil memegang tanganku. Sebenarnya aku tidak tega melihatnya begitu. Tapi aku hanya ingin dia merasakan sakitnya hatiku yang dulu pernah dia lukai.
" Menurutmu??" Akupun melepaskan genggaman tangannya.
" Okey kei.. ku akui dulu aku telah salah menyakitimu. Tapi aku khilaf kei. Aku melakukan itu semua karena aku cemburu melihat kedekatan kamu dengan sahabatmu , Diaz. Kalian itu terlihat seperti sepasang kekasih. Aku cemburu! Akupun mencoba membuatmu merasakan seperti yang ku rasakan, yaitu membuatmu melihatku bersama cewek lain! Tapi sungguh aku tak menyangka jika kamu langsung memutuskan hubungan kita begitu saja. Apa aku salah kei??!"
Ricko pun menjelasakan kronologi yang sebenarnya. Mungkin cerita yang dia katkan masuk akal. Tapibagiku dia tetaplah penghianat. Aku juga kecewa karena ia ternyata tak mempercayaiku sebagai kekasihnya.
" Itu bukan alasan untuk menyakitiku rick. Justru kamu telah memberitahuku bahwa kamu tak benar-benar mencintaiku. Kamu tidak percaya padaku. Diaz adalah sahabat kecilku. Wajar kalau kedekatanku dengannya begitu erat. Tapi aku tidak pernah menyangka jika pikiranmu tentang aku dan dia begitu pendek. Aku bahkan tak mengerti kenapa kamu harus membalasku dengan bermesraan sama cewek lain dihadapanku. Apapun yang kamu katakan, tak cukup membuatku bisa memaafkanmu. Aku tak mau mengulang kisah yang sama dengan orang yang telah melukaiku. Kecuali jika sampai saat kita sama-sama dewasa, kamu telah menunjukkan bahwa kamu adalah ricko yang baru. Ricko yang bisa berfikir dewasa dan tidak ego lagi. dan ricko yang bisa menerima orang yang ricko cintai apa adanya. Jika kamu benar-benar menginginkanku untuk jadi kekasihmu, berikan aku waktu untuk melihatmu sebagai ricko yang baru, disaat kita sudah sama-sama dewasa untuk menjalin hubungan yang serius. Pikirkan baik-baik kata-kataku ricko. Aku harus pergi"
mendengarku berkata seperti itu, ricko tak mampu menanggapinya. Sepertinya dia sudah pasrah dengan apa yang aku katakan. Tapi aku percaya, jika dia benar-benar tulus mencintaiku, sampai waktunya tiba, dia akan kembali padaku dan tetap bertahan menjaga cintanya untukku.
" Semoga kamu tetap menjaga hatiku , Ricko..." bisikku dalam hati saat aku meninggalkan ricko ditempat pertama dulu kita jadian, yaitu Pantai Marina.
Jujur sejak kami berdua putus, aku sama sekali tidak terfikirkan untuk menjalin hubungan dengan cowok lagi. Karena didalam hatiku, masih terbesit nama dia. Mungkin memang waktu yang aku butuhkan untuk bisa melupakannya. Tapi.. aku sungguh tidak mengerti. Apakah ini termasuk takdir untukku? Mengirimkan dia kembali dalam hidupku, tanpa aku ketahui sebelumnya.
Perbincanganku tadi dengan ricko merupakan perbincangan yang terakhir. maksudku, kita berdua tetap bertemu dan ngobrol jika kita berada disekolah tau sedang membahas tugas dari sekolah. Karena kita berada dalam satu kelas. Namun, kita berdua tak pernah membicarakan perasaan kita masing-masing. Atau membicarakan hal yang pernah kita alami dimasa lalu.
Dia sedikit demi sedikit mulai menunjukkan keseriusannya untuk berubah. Dia memang siswa yang pintar dan banyak diidolakan disekolah. Tapi dia tidak pernah menanggapi cewek-cewek yang mencoba untuk mendekatinya. Dia juga tak memperlihatkan rasa cemburunya saat aku bersama diaz.
sesekali akupun tersenyum padanya. Sebagai tanda bahwa sedikit demi sedikit aku sudah memaafkannya. Diapun membalas senyumanku.
Dan semua itu berjalan hingga kita berdua LULUS dari SMA kita tercinta.
Sekolahkupun mengadakan acara perpisahan untuk pelepasan kami semua. Setelah acara selesai, Ricko mengajakku berbincang-bincang sebentar. 
" Kei.. Bisa kita bicara sebentar?" Bisik Ricko. Akupunmengiyakan ajakannya. Kita berdua keluar dari sekolah dan ricko mengajakku kembali ke Pantai Marina.
" Untuk apa kita kesini Ricko?" Tanyaku penasaran.
Ricko berjalan mendekati ombak dan seakan dia ingin bermain besama ombak itu. Dia kembali mendekatiku lagi. Dia menatap mataku Tajam dan melemparkan senyum padaku.
" Apakah kamu ingat kejadian pertama kali aku bertemu denganmu di tempat ini ,kei?" Tanyanya mengulas masa lalu.
" Ingat.. Memangnya kenapa?"
" Saat itu, aku melihatmu menangis. Aku kira kamu baru saja dihianati sama pacar kamu. Ternyata kamu menangis karena kamu kehilangan kalung kamu."
" Iya.. karena kalung itu berharga buatku.." Mataku melirik sinis. Tapi Ricko menanggapinya dengan bercanda.
" Hahahaha.. Iya..iya aku tahu. Kalung itu adalah pemberian dari almarhum ayah kamu kan?"
Rickopun duduk disebelahku dan memandang jauh pantai Marina hingga terfokus pada satu titik. Lalu dia melanjutkan kembali kata-katanya.
" Saat itu, baru pertama kali aku langsung jatuh cinta sama seorang cewek. Aku melihatmu begitu berbeda dengan cewek-cewek lain yang aku kenal. Aku melihat ketulusan dan kesederhanaan dari diri kamu. Makanya setelah beberapa hari mengenalmu, aku mengajakmu kesini dan mengutarakan isi hatiku. Dan kaupun menerimanya."
Wajah Ricko nampak bahagia ketika menceritakan kejadian itu dihadapannku. Mataku berlinang. ANtara senang dan sedih. Tapi, aku hanya diam dan menanggapi apapun.
" Apakah kamu tahu kei?? Hari itu adalah hari yang sangat indah untukku. Dimana aku bisa mencintaimu dan memiliki cintamu. Walaupun sekarang kenyataanya sudah berbeda."
" Lalu... Tujuan kamu membawaku kesini untuk apa?" Tanyaku kemudian.
" Aku hanya ingin mengenang masa indah bersamamu, disaat terakhir kita bertemu kei."
" Maksudmu?"
" Setelah ini.. kita sudah akn menjalani kehidupan masing-masing. Mungkin kita akan berjauhan lagi." Jawabnya tenang.
Tapi aku merasakan ada perasaan berat yang dia rasakan saat itu. Pundak yang biasanya terlihat tegap, sekarang terlihat sedikit menunduk. Aku mengerti perasaanya. Karena mungkin perasaan kita sama.
" Ya... Kita memang akan berjauhan lagi. Dan mungkin kita gak akan bertemu lagi." Begitulah tanggapanku ke dia. Sedikit sadis kali ya? Tapi, aku tak mau dia tahu apa yang aku rasakan.
" Tunggu sampai waktunya tiba,kei. Saat itu benar-benar terjadi, kamu akan bangga karena aku Mencintaimu."
Tiba-tiba Ricko mengucapkan kata-kata itu. Aku yang tadinya diam, jadi tersentuh setelah mendengar kata-katanya. I can't say anything. Aku hanya bisa tersenyum. Sedikit tetesan airmata membasahi pipiku. Tapi segera ku sapu dengan tanganku. sehingga ricko tak melihatnya.
" Baik kei.. Sepertinya sudah cukup pembicaraan kita. Terimakasih atas waktu yang sudah kau berikan untukku. Tetaplah jadi Kei yang aku kenal... Yah??" Ucap Ricko sambil tersenyum dan mengusap-usap kepalaku. Seperti yang sering dia lakukan dulu.
Dalam hatiku berkata. " Apakah ini kau Ricko? Apakah aku salah telah bersikap jutek padamu? ".
" Sekarang kita pulang. Sepertinya hari sudah mulai gelap." Kata Ricko lagi.
" Iya..." Jawabku singkat.
Kita berduapun akhirnya meninggalkan Pantai Marina. Hari ini, Ricko telah membuatku sedikit membuka hatiku untuknya. Dan hari ini pun adalah hari terakhir kita berdua bertemu. 
***
Jesnita, Diaz dan Aku memutuskan untuk mendaftar disalahsatu Universitas yang sama. Tapi dijakarta. Aku mengambil jurusan Sinematografi di IKJ < Institut Kesenian Jakarta>, Jesnita ambil jrusan Desain Grafis dan Diaz mengambil jurusan musik.
Kebetulan dijakarta aku punya keluarga yang memiliki kos-kosan dekat dengan kampusku. Jadi, aku memutuskan untuk memilih kuliah disana. Dan Alhamdulillah aku bisa diterima.
Namun aku tidak tahu kabar tentang Ricko. Mungkin setelah lulus SMA dia kembali lagi ke AUSTRALIA.
" Kei... Kamu kenapa?" Tanya jesnita saat melihatku termenung disebuah Resto dekat kos-kosan.
" Gak apa-apa kok jes. Oh iya, Diaz udah pulang belum dari kampus?"
" Sepertinya belum kei. Tapi aku ingin tanya sesuatu sama kamu kei."
" Tanya apa?"
" Aku mau kamu jujur sama aku. Apa kamu masih mencintai Ricko?"
Aku melirik kearah jesnita. Pertanyaan itu membuatku bingung.
" Kenapa kamu tanya begitu?"
" Aku hanya ingin tahu saja. Karena aku lihat, akhir-akhir ini kamu banyak melamun kei. Dan semenjak gak ada Ricko, sikap kamu juga berubah. Apakah kamu merindukannya?"
" Emmm..... Apa aku harus menjawabnya?"
" Terserah kamu saja kei..."
Akupun diam. Aku tidak tahu apa yang harus aku jawab. Untuk kali ini, aku belum bisa memastikan perasaanku. Apakah aku masih mencintai dan mengharapkannya atau tidak. Tapi ku akui, aku mulai merindukan kehadirannya lagi.
Yang masih teringat dalam benakku adalah, ketika dia tersenyum padaku. Ktika dia berusaha memberikan perhatian yang lebih seperti yang dulu dia berikan padaku. Dan ketika terakhir dia mengucapkan kalimat " Tunggu sampai waktunya tiba,kei. Saat itu benar-benar terjadi, kamu akan bangga karena aku Mencintaimu."
Kata-kata itu selalu menemaniku setiapku ingat dia. Aku tak akan pernah tahu kapan kami berdua bisa bertemu kembali.
" Kei??" Jesnita lagi-lagi memanggilku.
" Apa si jes?"
" Melamun mulu dweh.. Huh.. Dasar virus Ricko lagi pasti..." Ledek jesnita.
" Hahaha.. Gak lucu tahu jes... " Akupun nyengir menanggapi ledekan jesnita.
" Ya udah.. kita pulang aja yukk.. Aku capek. Mau istirahat dulu.." Ajak jesnita.
Setelah makan siang selesai, akupun beristirahat dengan tenang dikos-kosan baruku. Kos yang akan jadi tempat tinggalku sementra waktusampai aku selesai kuliah.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar