Jesnita adalah sahabat baikku disekolah. Ya.. kita sudah sangat akrab dari pertama kali kita masuk disekolah yang dibilang banyak orang cukup populer. Tapi menurutku biasa-biasa saja. Karena saking akrabnya aku dengan jesnita, akupun tak mau membuatnya kecewa dengan aku tak menuruti kemauannya.
Kami berduapun mengelilingi setiap distro, mall, dan tempat-tempat lain yang banyak menjual pakaian bermode ala tahun 2011. Aku sendiri kurang tahu apa nama model pakaiannya. Namanya juga aku kurang begitu suka dengan berbelanja dan tidak terlalu mengikuti mode-mode trend jaman sekarang.
Tapi banyak orang yang bilang kalau penampilanku sederhana tapi elegant. Haha.,, ya sah-sah saja. Namanya juga pandangan orang kan berbeda-beda. Tapi aku mau jadi diri aku sendiri. Bukan mengikuti gaya siapa or siapa.
" Kei.,,! " terdengar seseorang memanggilku.
Akupun memutar badanku dan mencari sumber suara yang memanggilku. Sangat terkejut, bukan terkejut lagi. Tapi bisa dibilang sangat membuatku enggan bicara sepatah katapun. Mataku sedikit melotot. Tidak percaya. Tapi ini sungguh nyata dihadapanku.
" Ricko?? " Ucapku dalam hati. Seseorang yang pernah dan masuk dalam kehidupanku sebagai seseorang yang pernah sangat aku cintai. " Bagaimana bisa dia ada disini? Bukankah dia sudah pindah ke Australi?" Tanyaku dalam hati.
Akupun mencoba berpra-pura tidak melihatnya. Lalu kutarik tangan jesnita dan kubawa dia pergi dari distro langganannya.
" Ihh.. ada apa sih Kei?? Jangan cepet-Cepet dong jalannya! Aku pakai hight hiils nih! " Protes jesnita padaku.
" Copot tuh hight hillsmu. Harusnya kamu pakai sandal jepit biar bisa jalan cepat dan mengikuti langkahku!" Aku sedikit berteriak ke jesnita dan membuat dia sedikit sedih.
" Kamu kenapa sih key?" Tanyanya kembali setelah kita berdua berhenti disebuah resto.
Kulihat sekeliling berharap ricko tidak mengikutiku. Lalu kuhembuskan nafasku perlahan dan menjawab pertanyaan dari jesnita .
" Tadi aku lihat ricko jes??" Jawabku pelan.
" Ricko? Mantan cowokmu itu? "
" Yups...!! "
" Loh.. Bukankah dia pergi ke Ausie ya?"
" Aku juga gak tahu jes. Tadi ada yang memanggilku. Ternyata dia yang memamanggilku. Aku juga terkejut melihatnya ada didistro."
" Lalu kenapa kamu tidak menemuinya dan malah kabur kayak gini?"
" Yah.. Karena aku sudah tidak mau melihatnya lagi. Hatiku masih sakit jika teringat penghianatan yang sudah dia lakukan padaku. Aku tak mau masuk dalam kehidupannya lagi jes.. Kamu pasti ngerti perasaanku sekarang."
" Iya aku ngerti kei. Tapi apa gak sebaiknya kamu temui dulu dia. Walaupun dia mantanmu, bukan berarti silaturrahmi kalian putus kan?"
" Untuk saat ini biarkan aku menghindarinya dulu. Q tak mau mengingat hal2 yang telah lalu. Sebaiknya kita pesan makan dulu jes. Aku udah laper banget. Setelah ini kita pulang.."
" Okey deh kei."
Selagi jesnita memesan makan. Aku mencoba membuka handphoneku. Ada banyak pesan masuk ternyata. Dari sahabat kecilku si Diaz dan yang lainnya dari nomer-nomer baru yang selalu iseng menggangguku.
Saat kubaca satu persatu pesan itu, ada salah satu pesan yang membuatku bingung. Pesan itu berisi bahwa dia melihatku duduk berdua dengan jesnita disalah satu resto dekat mall disemarang. Kecurigaanku tentang sms itu adalah, ada seseorang yang sedang mengikutiku sekarang.
Bulu kudukku tiba-tiba saja berdiri. Bukan karena takut diikuti oleh hantu. Tapi takut jika yang mengkuti adalah orang jahat dan suka menculik cewek-cewek remaja. Apalagi saat ini sedang banyak sekali kasus penculikan dimana-mana.
" Waduhh... Gawat nih!" Seruku pelan. Jesnita yang tadinya sedang asik memilih menu makanan jadi terfokus pandangannya kearahku.
" Ada apa kei??? Kok gawat?? "
Akupun langsung berdiri dan mengajak jes keluar dari resto. Kemudian aku menghentikan sebuah taxi yang kebetulan lewat didepn resto. Jes nampak bingung melihat tingkahku yang aneh. Dia pun bertanya lagi padaku.
" Kei..!! Kali ini ada apa lagi?? Ada Ricko lagi?"
Aku melirik kearah jes dengan muka manyun.
" Eh jes.,, Bisa gak sih gak usah bahas cowok itu? Kali ini lebih gawat dari itu."
" Memangnya ada apa ?"
" Gini.. Barusan aku baca sms dari seseorang. Dia bilang kalau dia melihat kita sedang berada diresto itu. Itu berarti dia sedang mengikuti kita jesnita??"
" Memangnya siapa yang sms kamu?"
" Ya maka dari itu aku gak tahu. Kalau yang sms aku ternyata orang jahat.,, apa kamu mau? Apalagi kalau ternyata dia itu penculik...!! Hiii Serem kali jes?"
Jesnitapun nyengir saja mendengarku berkata seperti itu. Lalu kita berdua saling diam sampai akhirnya kita berdua sampai dirumahku.
Dengan segera aku menarik jesnita masuk rumah dan langsung mengunci pintu rumah. Berharap tidak ada yang sms dan yang mengikutiku lagi.
" Kei!! Bajuku yang tadi aku beli dimana?" Tanya jesnita cemas.
" Lowh bukannya didalam tas itu?" Jawabku menunjuk kearah tas berwarna Merah Jambu.
" Bukan Keila??!! Bukan yang itu. Baju warna Hijau yang aku cobain tadi itu lowh?? "
" Kenapa kamu tanya ke aku? Kan kamu yang membawa barang2 belanjaanmu sendiri."
" Ya kali aja kamu tahu. Jangan-jangan ketinggalan lagi diresto!! Yah.. Keila!! Kamu sih asal narik tanganku aja tadi. Jadi ketinggalan kan?" Jesnita merasa sangat kecewa atas kehilangan baju barunya.
" Udah dweh jes gak usah lebay gitu. Beruntung kamu gak kehilangan Harta yang paling berharga dalam hidup kamu. Jika tadi yang mengikuti kita ternyata orang jahat. Kamu gak cuma akan kehilangan baju baru kamu. Tapi bisa juga perhiasan yang paling berharga yang kamu punya. Bahkan mungkin kamu bisa kehilangan nyawa kamu. Kamu mau itu terjadi, hah?!" Aku menatap tajam jesnita dan membuatnya sedikit menunduk.
" Ya gak sih kei. Tapi.."
" Udah gak ada tapi-tapian. Okey besok kita kesana lagi dan cari baju yang mirip dnegan yang kamu beli itu. Biar kau yang bayarin. Sekarang aku mau istirahat."
Setelah banyak bincang dengan jesnita. Aku dan diapun akhirnya tidur terlelap. Melepas lelah yang kita berdua rasakan untuk hari ini.
***
Baca Cerita Selanjutnya..........
Malam yang dingin begitu menusuk kulit ariku , membuatku enggan dan malas bepergian. Namun karena kesetiaanku pada sahabatku membuatku mengikuti keinginannya untuk mencari kesenangan dengan berbelanja. Sungguh hal yang tidak begitu aku sukai. Kecuali jika moodku sedang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar