Minggu, 18 Desember 2011

LOVE IS YOU < Part III>

Dijakarta, aku juga membuka sebuah toko butik yang desainnya aku buat sendiri. Jesnita dan diaz juga membantuku untuk mengurus Butikku itu. Beberapa bulan terakhir ini, butikku juga terlihat rame. Banyak pengunjung yang menginginkan aku untuk jadi desainer bajunya. Ya karena keterbatasan waktu, dan karena aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku sebagai seorang penulis skenario, akupun meminta Jesnita dan Diaz untuk membantuku melayani pelanggan-pelanggan setiaku.
Satu tahun terakhir ini, aku cukup dekat dengan seorang laki-laki yang bersal dari sunda. Walaupun kedekatanku dengan dia hanya sebatas rekan kerja saja, namun nampaknya dia menginginkan lebih dariku. Hanya saja, aku masih belum bisa membuka hati untuk siapapun saat ini. Pikiranku masih tertuju pada satu nama, Ricko Yuswantoro.
Sampai saat ini kita belum juga berjumpa. Tapi, aku pernah mendengar dari jesnita bahwa Ricko sekarang menjadi seorang Penyanyi yang cukup dikenal di AUSTRALIA. iya.. Kepergian dia setelah lulus SMA ternyata kembali lagi ke AUSTRALIA dan meneruskan kuliahnya disana.
Sejak dulu, dia ingin sekali menjadi seorang penyanyi menyalurkan bakatnya. Akhirnya , hobinya itupun tersalurkan juga. Aku cukup senang mendengarnya, meskipun aku gak tahu apakah itu semua benar.
" Kei..,, Sepertinya kamu harus pulang keSemarang deh." Ucap jesnita saat aku sedang sibuk membereskan bahan-bahan untuk kujadikan gaun pengantin pesanan dari Diaz.
Oh iya.. Nyaris lupa tentang Diaz. Dijakarta, Diaz menemukan pujaan hatinya bernama Rara. Mereka bertemu karena rara termasuk salah satu peanggan setia dibutikku karena mereka sering bertemu dan diaz yang sering membantuku untuk melayani butikku, jadi lama-lama mereka Cinlok deh.
Empat Bulan pacaran, Diaz melamar Rara. Dan Rarapun menerima Lamarannya. Bulan depan, mereka memutuskan untuk menikah. Aku disuruh menjadi desainer khusus untuk gaun pengantinnya. Senang sekali melihat mereka bahagia.
Tapi aku tidak tahu kenapa, jesnita menyuruhku untuk pulang.
" Memangnya kenapa jes? Kok aku harus pulang ke semarang?" Tanyaku bingung.
"  kamu tidak tahu kei?"
" Tahu kenapa?"
" Lebih baik kamu baca deh sms ini." Jesnitapun memberikanku ponselnya. 
" Sms dari mama?" Bisikku dalam hati. Lalu kubaca perlahan sms itu.
Jesnita, tolong kasihtahu Keila suruh pulang kesemarang sekarang. Karena nak Ricko mengalami kecelakaan yang cukup parah saat dia dalam perjalanan kerumah tante. Terimakasih jes.,
" Ricko??!! Astaghfirullahhaladzim... Ada apa dengan Ricko??"Akupun jatuh terkulai lemas setelah membaca sms dari mama.
Aku tidak menyangka jika Ricko akan kembali lagi ke Indonesia dalam waktu dekat ini. Bahkan sudah berada disemarang. Dan sekarang dia sedang sekarat.
Airmataku jatuh tak henti-hentinya membasahi pipi. Dadaku terasa sesak. Kali ini aku harus bisa meninggalkan pekerjaanku demi RICKO. Itu semua aku lakukan karena sekarang dia sedang butuh teman untuk menemaninya. Aku yakin kedua orangtuanya tidak ikut. Lalu siapa yang akan menjaga Ricko??
" Jes.. Aku minta tolong banget sama kamu. Tolong jagain butikku ya? Dan kasihtahu Diaz soal gaunnya. Aku belum bisa menyelesaikannya sekarang. Tolong kasih pengertian ke dia. Aku akn segera kembali kesini jes. Kali ini saja, ku mohon bantulah aku sekali lagi."
Melihatku seperti orang yang benar-benar stress.. Jesnita tak mungkin tega menolak permintaanku ini. Apalagi dia juga yang sudah menyuruhku untuk pulang.
Lalu jesnita memelukku erat. Dan menenagkan hatiku.
" Kei.. Aku yakin.. Ricko baik-baik saja. Kamu yang tenang. Sekarang, Sebelum kamu berangkat, Lebihbaik kamu tenangkan diri kamu sejenak. Setelah itu kamu berangkat kesana. Soal tiket pesawat , kamu gak usah pikirin. Tadi aku sudah beli tiketnya untuk kamu. Setelah baca sms dari mama kamu, aku kira kamu harus secepatnya ke semarang. Ku doakan semoga kamu selamat sampai sana ,kei. "
" Terimakasih jes.. Terimakasih atas bantuan kamu. Aku tidak tahu harus membalasnya dengan apa. Aku akn secepatnya kesini. Doakan aku ya jes.."
" Iya kei.. Sekarang cepatlah kamu kebandara. sebelum pesawatnya keburu berangkat.
" Hiks.... Makasih banget jes.. Aku menyayangimu sahabatku.." Akupun menangis terharu karenanya. Kupeluk erat sahabtku. Lalu dengan segera aku cepat-cepat memanggil taxi untuk mengantarkanku kebandara.
Setelah ku tinggalkan jesnita dan jakarta. Disepanjag perjalanan ke semarang, tak pernah lupa kupanjatkan doa untuk Ricko. Untuk keselamatannya. Aku berharap, ALLAH masih mengijinkanku untuk melihatnya dan memberikan kesempatan untuk dia masuk dalam hidupku lagi.
" Ricko... Semoga tidak ada yang harus kuhawatirkan. Aku begitu cemas memikirkanmu. Ku mohon... bertahanlah. Ijinkanlah aku melihatmu. Ku mohon ricko.." gumamku dalam hati. Airmata ini adalah simbol kesedihanku. simbol kecemasanku. Simbol bahwa aku masih menyanyanginya dan takut kehilangannya.
Aku yakin, Allah akan mengabulkan doaku untuk keselamatanmu. Tunggulah aku ricko.,, Tunggulah aku sampai aku benar-benar melihatmu sebagai Ricko yang baru dengan hati yang dulu.
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar